Mendikbud RI Izinkan 11 Kabupaten Zona Hijau di NTT Gelar Tahun Ajaran Baru Sistem Tatap Muka

Editor: Agustinus Bobe author photo
JAKARTA, GLOBALSTAR.ID-- Ada 104 Kabupaten di seluruh Indonesia yang masuk daerah zona hijan termasuk 11 Kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur  mendapat izin dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim untuk bisa menggelar kegiatan proses belajar mengajar dengan sistem tatap muka.

Mulai, besok Senin 13 Juli 2020 ada 104 kabupaten di Indonesia yang masuk zona hijau bisa memperlakukan pembelajaran dengan sistem tatap muka bagi SMP dan SMA.

Bulan setelah ini SD baru diperbolehkan tatap muka, baru dua bulan lagi PAUD diperbolehkan tatap muka.

Ditanya  11 nama kabupaten di NTT yang bisa diperbolehkan melaksanakan pembelajaran dengan sistem tatap muka, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim saat dikonfirmasi daring kepada media ini, Sabtu (11/7/2020) menyebutkan, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Ngada, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Lembata, Kabupaten Belu, Kabupaten  Malaka,Kabupaten Flores  Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Untuk SD baru akan diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka setelah dipastikan penerapan protokol kesehatan berjalan baik bagi SMP dan SMA.

" Kami mengutamakan  dulu jenjang yang lebih dewasa untuk memastikan penjagaan jarak dan disiapkan social distancing bisa berjalan," ujar  Makarim.

Untuk mendukung inisiatif dan ide tersebut, Kemendikbud membebaskan kepala sekolah untuk menggunakan dana bantuan operasional sekolah ( BOS) demi mempersiapkan fasilitas pencegahan penularan covid -19 di sekolah masing - masing.

Ia berharap kebebasan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya, sehingga nantinya dapat berjalan dengan aman dan terhindar dari penyebaran covid -19  cluster baru di sekolah.

" Kita pun mengharapkan kepada semua pemerintah daerah dan kepala dinasnya untuk mendukung proses ini, salah satunya adalah cara sumber pendanaan dibuat fleksibel dan dana BOS boleh digunakan untuk mempersiapkan protokol kesehatan," pintanya  ( sumber: lintastimor.com)
Share:
Komentar

Berita Terkini