Ketua DPR RI Minta Akhiri Polemik RUU HIP

Editor: Agustinus Bobe author photo
JAKARTA, GLOBALSTAR.ID-- Ketua DPR RI Puan Maharani mengharapkan kepada semua pihak untuk mengakhiri polemik Rancangan Undang - Undang Haluan Idiologi Pancasila ( RUU HIP) dan kembali hidup rukun dan damai di tanah air.

" Mari kita kembali hidup rukun, damai serta kompak bergotong - royong melawan pandemi COVID -19  dan dampak - dampaknya," ajak Puan Maharani seusai terima surat presiden ( Sutpres) terkait RUU Badan Pembina Idiologi Pancasila ( BPIP) dari Menkopolhukam RI Prof.Mahfud MD mewakili Presiden Joko Widodo di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Puan mengatakan bahwa RUU BPIP yang diterima Sutpresnya pada hari ini, secara substansi sangat berbeda jauh dengan RUU HIP yang mendapatkan penolakan dari masyarakat Indonesia.

Substansinya adalah terdapat dalam RUU BPIP hanya memuat ketentuan tugas, fungsi, wewenang dan struktur kelembagaan Badan Pembina Idiologi Pancasila tidak seperti RUU HIP.

" Konsep yang disampaikan pemerintah berisikan substansi RUU BPIP yang terdiri dari 7 Bab dan 17 pasal, berbeda dengan RUU HIP yang berisikan 10 Bab  dan 60 pasal," sebut Puan.

Pasal - pasal yang menuai protes penolakan dari masyarakat Indonesia, kata Puan, seperti penafsiran filsafat, sejarah Pancasila dan lain - lain sudah tidak ada lagi.

Sehingga dengan hadirnya RUU BPIP itu menjadi kebutuhan hukum yang kokoh bagi upaya pembinaan idiologi pancasila," tutur Puan. ( sumber: lintastimor.com)
Share:
Komentar

Berita Terkini